Pakaian nasional Indonesia

Pakaian nasional Indonesia adalah pakaian nasional yang mewakili Negara Kesatuan Republik Indonesia . Ini berasal dari baju adat budaya Indonesia dan tradisi tekstil tradisional Indonesia. Hari ini kostum nasional Indonesia yang paling dikenal luas termasuk batik [1] dan kebaya , meskipun awalnya kostum tersebut terutama milik pulau Jawa dan Bali , paling menonjol dalam budaya JawaSunda dan Bali.  Sejak Jawa telah menjadi pusat politik dan populasi Indonesia, kostum rakyat dari pulau itu telah diangkat menjadi status nasional.

Museum Indonesia yang menggambarkan pakaian tradisional Indonesia. Gambar menunjukkan gaun pengantin tradisional Bali (kiri) dan Jawa Timur (kanan) dengan gaun lain dari provinsi lain yang digambarkan di latar belakang.

Sebagai negara yang sangat beragam, Indonesia yang memiliki lebih dari 30 provinsi, masing-masing memiliki representasi pakaian dan pakaian tradisional dari setiap provinsi dengan desain yang unik dan khas.

Kostum nasional dikenakan pada acara-acara resmi maupun upacara adat. Layar yang jelas sebagian besar kostum nasional Indonesia dapat dilihat oleh jenis kostum yang dipakai oleh Presiden Indonesia dan Indonesia pertama wanita di banyak dan berbagai jenis kesempatan dan pengaturan, dan juga dipakai oleh para pejabat diplomatik Indonesia selama makan malam gala. Pernikahan adat dan upacara formal di Indonesia juga merupakan salah satu acara penting di negara dimana pakaian dari pakaian nasional Indonesia benar-benar terlihat mulai dari pakaian tradisional hingga modern yang berbeda dari setiap daerah yang diwakilinya.

Batik

The batik kemeja untuk laki-laki sering dianggap sebagai kostum nasional Indonesia, seperti yang dikenakan di sini oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dan Google CEO Sundar Pichai .

Batik adalah kain yang dibuat secara tradisional menggunakan teknik pewarnaan manual wax-resist untuk membentuk pola yang rumit. Secara tradisional kain batik adalah sepotong besar kain berhias rumit yang digunakan oleh wanita Jawa sebagai kemben atau bungkus badan. Kain batik dililitkan di pinggul dengan beberapa lipatan di depan yang disebut wiron , sedangkan bagian atas tubuh memakai baju kebaya . Secara tradisional untuk pria, tepi kain batik juga dapat dijahit menjadi kain berbentuk tabung sebagai sarung , atau dililitkan di pinggul sebagai kain dalam mode yang mirip dengan wanita. Kemudian untuk pria, kain batik tersebut juga dijahit dan dijadikan baju batik pria kekinian.

Batik diakui sebagai salah satu identitas penting budaya Indonesia . UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009. Sebagai bagian dari pengakuan itu, UNESCO bersikeras agar Indonesia melestarikan warisan mereka. [3]

Kemeja batik yang biasa dipakai oleh para pria di Indonesia (khususnya di Jawa), biasanya dikenakan pada acara-acara resmi; seperti menghadiri pesta pernikahan, upacara adat, pertemuan formal, arisan, dll. Terkadang pria yang memakai baju batik biasanya juga memakai topi songkok atau peci agar lebih formal dengan cara tradisional. Kemeja batik memiliki dua jenis potongan: lengan panjang untuk acara formal, dan lengan pendek untuk acara santai hingga semi formal. Kemeja atau blus batik juga tersedia untuk wanita. batik Polanya berbeda dari satu daerah ke daerah lain, terutama di Jawa dan pulau-pulau lain, dan memiliki motif atau pola yang unik untuk tradisi dan budaya setempat masing-masing.

Kebaya

Balinese girls wearing kebaya

The kebaya adalah kostum nasional perempuan dari Indonesia , meskipun lebih akurat endemik Jawa , Sunda dan Bali bangsa. [2] Kadang-kadang terbuat dari bahan tipis seperti sutra , katun tipis atau nilon atau poliester semi-transparan , dihiasi dengan brokat atau bordir pola bunga . Kebaya biasanya dikenakan dengan sarung atau batik kain panjang , atau pakaian tenun tradisional lainnya seperti ikat ,songket with a colorful motif.

Bentuk kebaya paling awal berasal dari istana Kerajaan Majapahit Jawa sebagai sarana untuk memadukan Kemban perempuan yang ada , bungkus tubuh perempuan bangsawan agar lebih sederhana dan dapat diterima oleh agama Islam yang baru dianut. Kerajaan Aceh, Riau dan Johor dan Sumatera Utara mengadopsi kebaya gaya Jawa sebagai sarana ekspresi status sosial dengan penguasa Jawa yang lebih alus atau halus. [4]

Kebaya is usually worn during official national events by the Indonesian first lady, wives of Indonesian diplomats, and Indonesian women in general. It also worn by Indonesian women attending traditional ceremonies and weddings. In Kartini day on 21 April Indonesian women usually wear kebaya to celebrate and honor the Indonesian women emancipation heroine. During Balinese traditional ceremonies, Balinese women wore colorful Balinese style kebaya with songket Bali.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *